Selasa, 26 Maret 2013

Do You REALLY Love Your Job ?

Do You REALLY Love Your Job ?
 
Seorang bijak sedang berjalan, dan di persimpangan jalan ia bertemu dengan seorang tukang batu dan menanyakan apa yang sedang ia kerjakan? Jawab tukang batu itu dengan ketus, “Tidakkah Anda lihat sendiri , Saya ini tukang batu, kerjaan Saya yaitu menumpuk batu satu per satu untuk menjadi tembok.” Orang tua bijak tersebut melanjutkan perjalanannya dan bertemu dengan tukang batu yang lain. Ia kemudian mengajukan pertanyaan yang sama. Tukang batu kedua kemudian menjawab bahwa Ia sedang mengerjakan pekerjaan yang menjengkelkan dengan upah Rp50.000,- per hari. Tidak puas dengan jawaban kedua tukang batu tersebut, akhirnya Ia bertemu dengan tukang batu yang ketiga. Ketika ditanya pertanyaan yang sama, tukang batu itu menjawab, “Saya sedang mengerjakan monumen terindah di kota ini.”

Jelas attitude/sikap yang berbeda ditunjukkan oleh tukang batu yang ketiga. Namun, hal yang terpenting adalah ia sangat menyukai pekerjaannya. Ketika Anda mulai melakukan apa yang benar-benar Anda sukai, Anda tidak akan pernah bekerja lagi sepanjang hidup Anda, inilah yang merupakan trigger (pemicu) dari self motivation. Motivasi yang paling dasar bersumber dari desire dan desire berasal dari keinginan melakukan sesuatu dengan semangat dan senang.

Pertanyaannya adalah, bagaimana seseorang dapat termotivasi? Jawaban sederhana, lakukan pekerjaan yang Anda cintai. Jika sampai saat ini Anda belum menemukan sesuatu hal yang Anda cintai dan ingin melakukan sepanjang hidup Anda. Saya akan memberikan beberapa petunjuk sederhana untuk memastikan Anda mengerti apa yang menjadi hasrat yang terdalam dalam hidup Anda.
 
Tujuh indikator untuk menemukan desire terdalam Anda
  1. Anda tetap dengan senang melakukan pekerjaan Anda, bahkan dalam kasus terburuk, jika Anda tidak dibayar satu sen pun.
  2. Anda tidak semata-mata focus pada hasil tetapi lebih memperhatikan proses kemajuan diri Anda.
  3. Anda tidak selalu mencari jalan pintas dalam menjalankan tugas Anda, namun Anda mencari jalan bahkan kalau perlu, yang tersulit sekalipun untuk meningkatkan hasil yang Anda inginkan.
  4. Anda melakukan pekerjaan ini tanpa beban, dan merasa bahwa Anda tidak dapat melakukan pekerjaan lainnya sebaik pekerjaan ini.
  5. Sambil Anda bekerja, waktu berlalu dengan cepat.
  6. Anda terus dipacu untuk menjadi yang lebih baik setiap harinya.
  7. Motivasi atau prioritas utama Anda bukan uang semata, tetapi menjadi yang terbaik dalam mengerjakan hal yang paling Anda senangi.
Saya yakin jika Anda setuju dengan pernyataan-pernyataan tersebut dan membandingkan perasaan Anda dengan pekerjaan yang saat ini Anda kerjakan. Anda akan segera memahami apa yang Anda cintai dalam hidup ini. Agar Anda dapat terus-menerus termotivasi, dasar utama yang penting adalah cintailah pekerjaan anda.
 
Percaya atau tidak, semua orang yang sukses pasti menyintai dan menyukai pekerjaannya.
 
Ketika Anda benar-benar mencintai pekerjaan Anda, maka Anda akan mendapatkan segala hal yang Anda inginkan dengan lebih cepat dan lebih mudah, dan hidup Anda akan menjadi seratus kali lebih baik. Setiap menit dalam hidup Anda akan selalu terisi dengan ekspektasi positif, Anda akan lebih menikmati kehidupan keluarga jauh lebih baik daripada sebelumnya. Hidup Anda akan lebih menarik, menyenangkan, dan membahagiakan. Anda akan menggunakan uang, waktu, tenaga dan pikiran Anda untuk mencapai apa yang Anda Inginkan. Anda akan mendapatkan hasil yang luar biasa dengan lebih mudah. Anda akan lebih sering mengalami keberuntungan, dan banyak orang yang akan tertarik dengan Anda. Anda akan menyelesaikan masalah dengan lebih mudah. Anda akan mencapai segala apa yang pernah Anda cita-citakan. Anda akan hidup dengan lebih bahagia dan bebas dari perasaan tertekan selamanya.

"Success is not the key to happiness, happiness is the key to success. If you love what you are doing, you will be successful."
"Kesuksesan bukanlah kunci dari kebahagiaan, kebahagiaan adalah kunci kesuksesan. Jika Anda mencintai apa yang Anda kerjakan, Anda akan meraih kesuksesan."
(Albert Schweitzer)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar